Daily Bible Devotion, 17 November, Ezekiel 9 ( Yehezkiel), ” Glory of God Left the temple, Kemuliaan Tuhan meninggalkan bait Allah”

Ezekiel 9:1-3 (NET) Then he shouted in my ears, “Approach, you who are to visit destruction on the city, each with his destructive weapon in his hand!”
Next, I noticed six men coming from the direction of the upper gate which faces north, each with his war club in his hand. Among them was a man dressed in linen with a writing kit at his side. They came and stood beside the bronze altar.
Then the glory of the God of Israel went up from the cherub where it had rested to the threshold of the temple. He called to the man dressed in linen who had the writing kit at his side.

Yehezkiel 9:1-3 (TB) Lalu aku mendengar Dia berseru dengan suara yang nyaring: “Maju ke mari, hai, yang harus menjalankan hukuman atas kota ini! Masing-masing dengan alat pemusnah di tangannya!”
Lihat, enam orang laki-laki datang dari jurusan pintu gerbang Atas, yang menghadap ke utara, masing-masing dengan alat pemukul di tangannya. Dan satu orang di antara mereka berpakaian lenan dan di sisinya terdapat suatu alat penulis. Mereka ini masuk dan berdiri di samping mezbah tembaga.
Pada saat itu kemuliaan Allah Israel sudah terangkat dari atas kerub, tempatnya semula, ke atas ambang pintu Bait Suci dan Dia memanggil orang yang berpakaian lenan dan yang mempunyai alat penulis di sisinya.

Karena dosa – dosa dan kejahatan Israel sudah sangat parah, dan mereka juga telah memberontak dari ketetapan Tuhan dan memilih berpaling menyembah berhala, maka Kemuliaan Tuhan pergi meninggalkan tabut perjanjian baru dibait Allah.

Tanpa adanya kehadiran kemuliaan Tuhan, Jerusalem hanyalah kota biasa yang rentan dan tidak mempunyai kuasa apapun, selain mengandalkan kekuatan manusia semata.

Pembaca terkasih tak lama setelah kemuliaan Tuhan meninggalkan Jerusalem , kota ini pun dihancurkan kerajaan musuh, dan penduduknya ditawan, sungguh tanpa adanya hadirat Tuhan, manusia tidak bisa berbuat banyak menghadapi kejamnya dunia ini dan ketamakan manusia.

Kita semua memerlukan Tuhan atas kehidupan kita, selama kita hidup pergumulan dapat terjadi, masalah dari orang disekitat atau sistem dunia dapat menganggu kehidupan kita, tetapi selama ada hadirat Tuhan dalam kehidupan kita maka perlindungan dan kemenangan iman akan menyertai kita senantiasa.

Leave Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *