Daily Bible Devotion, 17 October, Jeremiah 35, ” Spirit of Obidience to the spiritual authority, Roh Yang Taat pada otoritas rohani “

Jeremiah 35:18-19 (NET) Then Jeremiah spoke to the Rechabite community, “The Lord God of Israel who rules over all says, ‘You have obeyed the orders of your ancestor Jonadab. You have followed all his instructions. You have done exactly as he commanded you.’
So the Lord God of Israel who rules over all says, ‘Jonadab son of Rechab will never lack a male descendant to serve me.’”

Yeremia 35:18-19 (TB) Tetapi berkatalah Yeremia kepada kaum orang Rekhab: “Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Oleh karena kamu telah mendengarkan perintah Yonadab, bapa leluhurmu, telah berpegang pada segala perintahnya dan telah melakukan tepat seperti yang diperintahkannya kepadamu,
maka beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Keturunan Yonadab bin Rekhab takkan terputus melayani Aku sepanjang masa.”

Nabi Jeremiah membawa pesan nubuatan firman Tuhan kepada umat Israel dan juga kepada keluarga besar Yonadab, tetapi isi nubuatan yang disampaikan jauh berbeda bertentangan.

Umat Israel dinubuatkan untuk bertobat dari kejahatan mereka yakni memberontak kepada otoritas rohani, yakni para nabi yang diutus Tuhan , umat Israel menolak pimpinan para nabi – nabi Tuhan dan hidup dalam pemberontakan. Mereka dinubuatkan akan menuai pemberontakan mereka dan akibatnya hidup dalam petaka dan penderitaan.

Sedangkan keluarga besar Yonadab, justru dinubuatkan dipercaya untuk melayani Tuhan sepanjang masa , justru mereka diagungkan dan dipuji Tuhan.

Para pembaca terkasih yang membedakan adalah karakter rendah hati untuk menerima pimpinan otoritas rohani. Keluarga besar; Yonadab sangat tunduk pada otoritas rohani, mereka hidup dalam ketaatan dari pengajaran yang Tuhan sampaikan melalui otoritas rohani dalam keluarga mereka.

Sedangkan umat israel adalah sebaliknya ; mereka umat pemberontak, anti otoritas rohani, pembully dan pencemooh para nabi dan mereka sama sekali tidak taat pada ketetapan firman Tuhan, mereka hidup semaunya sendiri hanya memuaskan ego dan nafsu kedagingan semata.

Leave Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *