Daily Bible Devotion, 19 November , Ezekiel 11 ( Yezehkiel 11), Jeremiah prophecy against israel leadership, Yeremia bernubuat melawan pemimpin Israel”

Ezekiel 11:1-4 (NET) A wind lifted me up and brought me to the east gate of the Lord’s temple that faces the east. There, at the entrance of the gate, I noticed twenty-five men. Among them I saw Jaazaniah son of Azzur and Pelatiah son of Benaiah, officials of the people.
The Lord said to me, “Son of man, these are the men who plot evil and give wicked advice in this city.
They say, ‘The time is not near to build houses; the city is a cooking pot and we are the meat in it.’
Therefore, prophesy against them! Prophesy, son of man!”

Yehezkiel 11:1-4 (TB) Lalu Roh itu mengangkat aku dan membawa aku ke pintu gerbang Timur dari rumah TUHAN, pintu yang menghadap ke sebelah timur. Lihat, di dalam pintu gerbang itu ada dua puluh lima orang dan di antara mereka kulihat Yaazanya bin Azur dan Pelaca bin Benaya, yaitu pemimpin-pemimpin bangsa.
Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, inilah orang-orang yang merancang kedurjanaan dan menaburkan nasihat jahat di kota ini,
yang mengatakan: Bukankah belum lama berselang rumah-rumah kita dibangun kembali? Kota inilah periuk dan kita dagingnya.
Oleh sebab itu bernubuatlah melawan mereka, bernubuatlah, hai anak manusia!”

Para peminpin Israel merancang hal – hal jahat, pemberontakan kepada Tuhan dan menyesatkan umat ke jalan tersesat, hal ini membawa dampak kerusakan yang parah kepada umat Israel.

Karena itu Tuhan memerintahkan nabi Jeremiah, bernubuat melawan para pemimpin penyesat ini, nubuatan Jeremiah terjadi dengan segera, pemimpin penyesat itu pun tewas seketika dan pesan pertobatan didengarkan oleh umat Israel.

Nabi Ezekiel menangung beban berat dalam pelayannya yang sangat tidak populis, ia harus bernubuat melawan para pemimpin penyesat, sungguh ketaatan dan keberanian ilahi yang harus kita teladani dari karakater Ezezkiel.

Marilah kita meneladani ketaaatan dan keberanian nabi Ezekiel, di mulai dengan berani menyatakan kita adalah murid Tuhan Yesus dalam perkataan dan perilaku dan kehidupa kita keseharian.

Leave Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *