Daily Bible Devotion, 2 September, Isaiah 56 ( Yesaya 56), ” Prayer house for all nations, Rumah doa segala bangsa”

Isaiah 56:6-7 (NET) As for foreigners who become followers of the Lord and serve him, who love the name of the Lord and want to be his servants – all who observe the Sabbath and do not defile it, and who are faithful to my covenant –
I will bring them to my holy mountain; I will make them happy in the temple where people pray to me. Their burnt offerings and sacrifices will be accepted on my altar, for my temple will be known as a temple where all nations may pray.”

Yesaya 56:6-7 (TB) Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,
mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.

Nabi Isaiah bernubuat tentang masa depan, masa di mana sang mesias juruselamat akan datang, dan Ia akan menyelematkan segala bangsa dari penghukuman kekal, dan memberikan keselamatan dan kehidupan kekal.

Penting di pahami bahwa pada saat nubuatan ini disampaikan umat Israel belum mengerti bahwa messsias akan datang bukan hanya untuk umat Israel, tetapi bagi segala bangsa !

Hal ini menjelaskan bahwa tidak ada pilih kasih dalam kerajaan Allah, semua umat manusia di cintai dan ditebus ! kerajaan Allah tidak membedakan warna kulit, suku dan kebangsaan umat manusia.

Pembaca terkasih ketika umat manusia menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat maka ia mengalami lahir baru, dilahirkan kembali sebagai ciptaan baru sebagai anak – anak kerajaann Allah, semua orang yang lahir baru menjadi satu identitas yakni warga kerajaan Allah.

Nubuatan Isaiah sudah terpenuhi, Gereja ( rumah Tuhan ) sudah menjadi rumah doa segala bangsa, dimana tanpa membedakan warna kulit, suku dan bangsa semua berkumpul berdoa sebagai warga kerajaan Allah.

Leave Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *