Daily Bible Devotion, 20 October, Jeremiah 38 ( Yeremia 38), “The oppurtunits against the prophecy, kaum oppurtunist menentang nubuatan “

Jeremiah 38:2-5 (NET) “The Lord says, ‘Those who stay in this city will die in battle or of starvation or disease. Those who leave the city and surrender to the Babylonians will live. They will escape with their lives.’”
They had also heard him say, “The Lord says, ‘This city will certainly be handed over to the army of the king of Babylon. They will capture it.’”
So these officials said to the king, “This man must be put to death. For he is demoralizing the soldiers who are left in the city as well as all the other people there by these things he is saying. This man is not seeking to help these people but is trying to harm them.”
King Zedekiah said to them, “Very well, you can do what you want with him. For I cannot do anything to stop you.”

Yeremia 38:2-5 (TB) “Beginilah firman TUHAN: Siapa yang tinggal di kota ini akan mati karena pedang, karena kelaparan dan karena penyakit sampar; tetapi siapa yang keluar dari sini mendapatkan orang Kasdim, ia akan tetap hidup; nyawanya akan menjadi jarahan baginya dan ia tetap hidup.
Beginilah firman TUHAN: Kota ini akan pasti diserahkan ke dalam tangan tentara raja Babel yang akan merebutnya.”
Maka berkatalah para pemuka itu kepada raja: “Baiklah orang ini dihukum mati! Sebab sebenarnya dengan mengatakan hal-hal seperti itu maka ia melemahkan semangat prajurit-prajurit yang masih tinggal di kota ini dan semangat segenap rakyat. Sungguh, orang ini tidak mengusahakan kesejahteraan untuk bangsa ini, melainkan kemalangan.”
Raja Zedekia menjawab: “Baiklah, ia ada dalam kuasamu! Sebab raja tidak dapat berbuat apa-apa menentang kamu!”

Nabi Jeremiah bernubuat menyampaikan kebenaran ! bahkan ia menyampaikan solusi agar rakyat Israel tidak menjadi budak kerajaan babylonia, tetapi orang – orang marah , menangkap dan memenjarakan Jeremiah, apa yang terjadi ? Bukankah umat sendiri yang berdoa meminta pesan dan petunjuk Tuhan.?

Para pembaca terkasih, inilah penjelasannya ; Umat Israel sesunguhnya hanya mau memperalat Tuhan untuk mewujudkan keinginan dan ego mereka sendiri saja ! Mereka tidak sungguh sungguh mau menerima petunjuk Tuhan ! mereka hanya memanipulasi menjadikan Tuhan dan para hamba Tuhan menjadi pemuas setiap keinginan dan ego mereka!.

Tuhan sudah memberitahukan petunjuk yang sangat jelas , bagaimana cara agar mereka tidak ditawan menjadi budak kerajaan Babylonia ; yakni mereka meninggalkan kota dan menyerahkan diri kepada kerajaan bangsa Kasdim, dan umat akan tetap hidup dan tidak jadi budak.

Tetapi umat tidak suka, marah , akan pesan profetik solusi dari Tuhan ini, dan Nabi Jeremiah menjadi sasaran bully dan aniaya mereka ! Tindakan m mereka ini sesungguhnya sedang memberontak dan melawan Tuhan , dan dilampiaskan kepada Tuhan.

Keadaan ini ( umat hanya mau memperalat Tuhan agar mewujudkan kemauannya dan tidak sungguh – sungguh mencari petunjuk profetik Tuhan) masih terjadi hingga jaman ini! ketika umat mempunyai ambisi pribadi, ego pribadi ; mereka akan memaksa Tuhan untuk mewujudkan semua kemauan mereka, dan jika ternyata Tuhan mempunyai kehendak lain, atau cara dan jalan yang lain, umat akan marah, memberontak, pait, kecewa dengan Tuhan, dan melampiaskan pemberontakan mereka kepada Tuhan dan kepada para hamba Tuhan.

Agar praktik umat memanipulasi Tuhan dan hamba Tuhan ini tidak terus terjadi maka pemuridan Kristen sangatlah penting dilakukan, hanya melalui pemuridan yang solid maka umat bisa menangkap dan menghidupi prinsip dan nilai kerajaan Allah, dan hidup dalam ketaatan.

Leave Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *