Daily Bible Devotion, 21 November, Ezekiel 13 “False prophet is a people pleaser, Nabi Palsu hanya menyenangkan hati manusia “

Ezekiel 13:22-23 (NET) This is because you have disheartened the righteous person with lies (although I have not grieved him), and because you have encouraged the wicked person not to turn from his evil conduct and preserve his life.
Therefore you will no longer see false visions and practice divination. I will rescue my people from your power, and you will know that I am the Lord.’”

Yehezkiel 13:22-23 (TB) Oleh karena kamu melemahkan hati orang benar dengan dusta, sedang Aku tidak mendukakan hatinya, dan sebaliknya kamu mengeraskan hati orang fasik, sehingga ia tidak bertobat dari kelakuannya yang fasik itu, dan kamu membiarkan dia hidup.
Oleh sebab itu kamu tidak lagi melihat perkara-perkara yang menipu dan mengucapkan tenungan-tenungan bohong; Aku akan melepaskan umat-Ku dari tanganmu dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.”

Tuhan mengutus nabi Ezekiel untuk memperingatkan dan menubuatkan hukuman atas nabi nabi palsu.

Ciri -ciri Nabi palsu adalah mereka tidak mempertobatkan umat, mereka berorientasi menjadi populer dan menyenangkan telinga manusia, tidak ada pesan pertobatan sejati dalam nubuatan mereka.

Karunia kenabian adalah karunia yang membawa pada pertobatan dan memberikan arahan masa depan agar umat masuk dalam rancangan Tuhan dan berjalan dalam waktu Tuhan.

Fungsi lain adalah menguatkan hati umat agar senantiasa hidup dalam jalan Tuhan, memberikan pengharapan untuk umat dikuatkan berjalan dalam iman mereka dan hidup dalam kekudusan.

Nabi – Nabi palsu di jaman Ezekiel melayani, tidak pernah menyampaikan pesan pertobatan, mereka sangat populis dan hanya memuaskan telinga umat dengan kebohongan kebohongan.Tetapi umat sangat menyukai nabi – nabi palsu karena tidak pernah ditegur untuk bertobat , dan sebaliknya umat membenci nabi sejati utusan Tuhan karena nabi asli menegur mereka untuk bertobat.

Pembaca terkasih, untuk membedakan karunia kenabian jaman ini, caranya masih sama, yakni dengarkan nubuatan dan pesan yang disampaikan hamba Tuhan tersebut, dan cermati apakah mereka menyerukan pertobatan dan mendewasakan umat ? atau mereka seorang hamba Tuhan populis yang hanya membagikan pesan yang menyenangkan telingan umat saja ? Dari buahnyalah kita dengan jelas membedakan mana yang baik dan yang buruk.

Leave Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *