Daily Bible Devotion, 23 October, Jeremiah 41 ( Yeremia 41) ,” Escape to Egypt, melarikan diri ke Mesir”

Jeremiah 41:16-18 (NET) Johanan son of Kareah and all the army officers who were with him led off all the people who had been left alive at Mizpah. They had rescued them from Ishmael son of Nethaniah after he killed Gedaliah son of Ahikam. They led off the men, women, children, soldiers, and court officials whom they had brought away from Gibeon.
They set out to go to Egypt to get away from the Babylonians, but stopped at Geruth Kimham near Bethlehem.
They were afraid of what the Babylonians might do because Ishmael son of Nethaniah had killed Gedaliah son of Ahikam, whom the king of Babylon had appointed to govern the country.

Yeremia 41:16-18 (TB) Lalu Yohanan bin Kareah serta semua perwira tentara yang bersama-sama dengan dia mengumpulkan seluruh sisa-sisa rakyat yang diangkut sebagai tawanan oleh Ismael bin Netanya dari Mizpa, setelah ia memukul mati Gedalya bin Ahikam: yaitu laki-laki, prajurit-prajurit, perempuan, anak-anak dan pegawai-pegawai istana yang dibawa kembali dari Gibeon,
kemudian mereka berjalan terus dan berhenti di tempat penginapan milik Kimham dekat Betlehem, dengan maksud berjalan terus menuju Mesir,
untuk mengelakkan orang-orang Kasdim, yang ditakuti mereka, oleh karena Ismael bin Netanya telah memukul mati Gedalya bin Ahikam yang telah diangkat raja Babel atas negeri itu.

Raja Nebukadnezar menempatkan orang – orang menjadi pejabat atas tanah Israel yang ditinggalkan , karena mayoritas umat diangkut menjadi budak ke Babel, Raja juga menyisakan beberapa warga Israel untuk mengelola tanah tersebut.

Tetapi ada sekelompok bekas tentara Israel yang selamat dari pertempuran dan membunuh para pejabat dan menawan umat Israel yang tersisa dan membawa mereka ke bangsa Amon, ini adalah kejahatan seorang mantanperwira pasukan israel ; Ishmael dan pasukanya terhadap umat Israel dan juga kepada raja Babylonia.

Kejahatan ini akan membawa petaka besar bagi warga israel yang dipercayakan menjaga dan memelihara tanah, mereka bisa dianggap memberontak dan bersekongkol membunuh pejabat yang ditunjuk Raja Babylonia.

Ketika berita ini didengar seorang perwira kerajaan Israel yang selamat dari pertempuran dan tidak tertawan di bawa ke Babel, perwira ini bernama Johanan, maka ia segera datang dan membebaskan umat yang ditawan ini, dan mereka berencana melarikan diri ke Mesir ( Egypt ).

Pembaca terkasih, pasal kitab ini adalah perikop pembuka untuk pasal berikutnya dimana Nabi Jeremiah akan tampil menyampaikan pesan dan arahan Tuhan akan permasalahan besar ini, kisah nyata ini dituliskan mengambarkan bagaimana keadaan umat Israel yang tidak terangkut ke Babel menjadi tawanan, pada mulanya raja Nebukadnezar penguasa Babel menunjukan kemurahan hati kepada mereka untuk tetap tinggal mengelola tanah yang ada dan bahkan mengangkat salah satu umat israel menjadi pejabat kerajaan mengelola tanah israel.

Leave Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *