Daily Bible Devotion, 26 October, Jeremia 44 ( Yeremia 44) , “Lying to the prophet from the beggining, berbohong kepada nabi sejak awal”

Jeremiah 44:15-17 (NET) Then all the men who were aware that their wives were sacrificing to other gods, as well as all their wives, answered Jeremiah. There was a great crowd of them representing all the people who lived in northern and southern Egypt. They answered,
“We will not listen to what you claim the Lord has spoken to us!
Instead we will do everything we vowed we would do. We will sacrifice and pour out drink offerings to the goddess called the Queen of Heaven just as we and our ancestors, our kings, and our leaders previously did in the towns of Judah and in the streets of Jerusalem. For then we had plenty of food, were well-off, and had no troubles.

Yeremia 44:15-18 (TB) Lalu menjawablah kepada Yeremia semua orang laki-laki yang tahu bahwa isteri mereka membakar korban kepada allah lain, dan semua perempuan yang hadir di sana, suatu kumpulan yang besar, yakni segala rakyat yang diam di tanah Mesir dan di Patros, katanya:
“Mengenai apa yang kaukatakan demi nama Allah kepada kami itu, kami tidak akan mendengarkan engkau,
tetapi kami akan terus melakukan segala apa yang kami ucapkan, yakni membakar korban kepada ratu sorga dan mempersembahkan korban curahan kepadanya seperti telah kami lakukan, kami sendiri dan nenek moyang kami dan raja-raja kami dan pemuka-pemuka kami di kota-kota Yehuda dan di jalan-jalan Yerusalem. Pada waktu itu kami mempunyai cukup makanan; kami merasa bahagia dan tidak mengalami penderitaan.
Tetapi sejak kami berhenti membakar korban dan mempersembahkan korban curahan kepada ratu sorga, maka kami kekurangan segala-galanya dan kami dihabiskan oleh pedang dan kelaparan.”

Ini memang kasus yang cukup parah.! sejak semula umat Israel memang tidak mau taat dan mengikut Tuhan, mereka hanya mau memanipulasi Nabi Jeremiah agar membujuk Tuhan memberkati , memberikan Legalitas rencana umat untuk melarikan diri ke Mesir ( Egypt).

Terbukti ketika Nabi Jeremiah menyampaikan pesan Tuhan, agar umat menghindari pergi ke Mesir ( Egypt ) karena akan terjadi petaka di Egypt, dan juga bernubuat agar umat bertobat dari penyembahan berhala, mereka marah besar dan menentang Nabi Jeremia, bahkan mereka dengan berani mengakui ; bahwa sudah sejak dahulu kala mereka menyembah berhala dan akan terus melakukannya !

Pembaca terkasih, diawal kisah ini umat Israel datang kepada nabi Jeremiah, mereka memohon- mohon, meminta tolong, berjanji akan taat mengikuti apapun petunjuk profetik dari Tuhan, padahal sejak semula mereka sudah mendua hati, penyembah berhala, dan mereka tidak pernah menganggap Tuhan sebagai penguasa hidup mereka, ego mereka adalah Tuhan mereka.

Hal – hal seperti ini masih sering terjadi dijaman ini, orang – orang pergi ke gereja dan mengaku umat Kristen, tetapi mereka hidupnya mendua hati ! mereka hanya sekedar beragama sebagai legalitas, dan jika mereka mencari petunjuk hikmat Tuhan atau prinsip firman Tuhan , mereka hanya ingin legalitas agar Tuhan merestui dan memberkati mereka , mengikuti ego dan kemauan mereka sendiri.

Jika petunjuk profetik hikmat dari Tuhan, atau prinsip firman Tuhan tidak sesuai dengan keinginan ego mereka saja, mereka hanya mengangap pesan dan pimpinan Tuhan sebagai sampah, sama sekali tidak menganggap Tuhan adalah penguasa dalam hidup mereka.

Leave Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *