Daily Bible Devotion , 29 October, Jeremiah 47, ” Jeremiah Prophecy for Philistine, Nabi Jeremiah bernubuat atas Filistine”

Jeremiah 47:1-2 (NET) The Lord spoke to the prophet Jeremiah about the Philistines before Pharaoh attacked Gaza.
“Look! Enemies are gathering in the north like water rising in a river. They will be like an overflowing stream. They will overwhelm the whole country and everything in it like a flood. They will overwhelm the cities and their inhabitants. People will cry out in alarm. Everyone living in the country will cry out in pain.

Yeremia 47:1-2 (TB) Firman TUHAN yang datang kepada nabi Yeremia mengenai orang Filistin, sebelum Firaun mengalahkan Gaza.
“Beginilah firman TUHAN: Lihat, air yang meluas mengamuk dari utara menjadi sungai yang membanjir, membanjiri negeri serta isinya, kota serta penduduknya. Manusia akan berteriak, dan seluruh penduduk negeri akan meratapi.

Nabi Jeremiah, adalah Nabi yang diutus Tuhan membawa pesan kepada banyak bangsa, bukan hanya sebatas melayani umat Israel, tetapi pelayanannya mencakup banyak Bangsa.

Nabi Jeremiah bernubuat atas bangsa Philistine , ia menyampaikan bahwa musuh akan datang seperti air dilautan banyaknya dan menghancurkan umat Philistine.

Ketika nubuatan disampaikan respon dari umat sangatlah penting dan menentukan ; jika umat bertobat dan merendahkan diri mencari wajah Tuhan , maka seringkali anugerah Tuhan turun atas mereka, dan dengan rendah hati umat menerima pertolongan Tuhan.

Tetapi yang terjadi seringkali, umat begitu sombong dan arogan, mereka tidak merespon nubuatan dengan rendah hati, mereka malah membully hamba Tuhan pembawa pesan, mengeraskan hati dan menolak mencari pertolongan Tuhan. Umat ngotot memilih jalan mereka sendiri.

Pembaca terkasih, respon seseorang sangatlah penting, jika umat rendah hati dan merespon dengan pertobatan dan semakin mencari wajah Tuhan, maka umat akan mampu menerima anugerah pertolongan Tuhan atas mereka, tetapi jika semakin sombong dan mengeraskan hati maka mereka akan menuai hal – hal buruk yang mereka tabur dimasa lalu.

Leave Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *