Daily Bible Devotion, 4 April, Psalm 106 ( Mazmur 106), ” Learn from ancestor history, belajar dari sejarah nenek moyang “

Psalms 106:3-7 (NKJV) Blessed are those who keep justice, And he who does righteousness at all times!
Remember me, O Lord, with the favor You have toward Your people; Oh, visit me with Your salvation,
That I may see the benefit of Your chosen ones, That I may rejoice in the gladness of Your nation, That I may glory with Your inheritance.
We have sinned with our fathers, We have committed iniquity, We have done wickedly.
Our fathers in Egypt did not understand Your wonders; They did not remember the multitude of Your mercies, But rebelled by the sea–the Red Sea.

Mazmur 106:3-7 (TB) Berbahagialah orang-orang yang berpegang pada hukum, yang melakukan keadilan di segala waktu!
Ingatlah aku, ya TUHAN, demi kemurahan terhadap umat-Mu, perhatikanlah aku, demi keselamatan dari pada-Mu,
supaya aku melihat kebaikan pada orang-orang pilihan-Mu, supaya aku bersukacita dalam sukacita umat-Mu, dan supaya aku bermegah bersama-sama milik-Mu sendiri.
Kami dan nenek moyang kami telah berbuat dosa, kami telah bersalah, telah berbuat fasik.
Nenek moyang kami di Mesir tidak mengerti perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib, tidak ingat besarnya kasih setia-Mu, tetapi mereka memberontak terhadap Yang Mahatinggi di tepi Laut Teberau.

Lagu pasal ini dituliskan ,dinyanyikan agar umat belajar dari sejarah nenek moyang di masa lalu, tepatnya agar belajar dari kesalahan masa lalu tidak mengulangi kesalahan yang sama : nenek moyang mereka yang tidak tau terimakasih, tidak pernah punya rasa cukup, penggerutu, keras kepala, tegar tengkuk dan pemberontak.

Nenek moyang mereka sudah diberkati Tuhan sedemikian rupa, dan sudah menerima hukum Tuhan, sepuluh perintah Tuhan, dan mereka yang pemberontak berbalik melawan Tuhan dan wakil Tuhan para nabi en hamba Tuhan.

Pembaca terkasih, peristiwa tingkah laku pemberontak, tegar tengkuk , tidak tau terimakasih kelakuan nenek moyang umat Israel ini adalah gambaran tipe umat tertentu, dan masih terus terjadi hingga hari ini dalam komunitas umat kristen.

Sebagai contoh dalam komunitas gereja lokal , pasti ada saja orang – orang tipe seperti ini dalam gereja ! karena itu lagu mazmur ini masih relevant untuk di renungkan, dinyanyikan sebagai bahan pengajaran yang mencegah semakin banyak umat bertingkah laku dan memiliki karakter seperti ini.

Mari kita intropeksi diri apakah kita adalah tipe umat pemberontak ? sudah tau prinsip – prinsip kerajaan Allah, tapi sengaja tidak melakukanya ?

Apakah kita tipe umat anti otoritas, menentang arahan dan pimpinan gembala jemaat sebagai wakil Allah ?

Apakah kita tidak pernah punya rasa cukup, bersungut sungut ?

Biarlah lagu mazmur pasal ini menegur atau mengingatkan kita semua untuk tidak bertingkah lalu seperti nenek moyang umat Israel yang mengembara 40 tahun di padang gurun, dan akhirnysemua binasa di padang gurun karena cacad karakter.

Leave Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *