Daily Bible Devotion, 7 March (7 Maret), Psalm 78 ( Mazmur 78 ), “Teaching the Experience of living God , mengajarkan pengalaman akan Tuhan yang hidup”

Psalms 78:1-4 (UKJV) Give ear, O my people, to my law: incline your ears to the words of my mouth.
I will open my mouth in a parable: I will utter dark sayings of old:
Which we have heard and known, and our fathers have told us.
We will not hide them from their children, showing to the generation to come the praises of the LORD, and his strength, and his wonderful works that he has done.

Mazmur 78:1-4 (TB) Nyanyian pengajaran Asaf. Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku.
Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala.
Yang telah kami dengar dan kami ketahui, dan yang diceritakan kepada kami oleh nenek moyang kami,
kami tidak hendak sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya.

Pengalaman akan Tuhan yang hidup yang dialami generasi pendahulu, sangat penting diajarkan kepada generasi yang baru,sehingga generasi yang baru mengetahui bahwa Tuhan adalah pribadi yang nyata dan sungguh hidup.

Dibutuhkan niat dan tekad untuk melakukan hal ini, jikalau generasi pendahulu malas bersaksi dan mengajarkan hal.- hal kuasa Tuhan yang nyata maka generasi berikutnya akan mundur dan bahkan meninggalkan Tuhan , karena mengira Tuhan tidak nyata.

Hal ini sudah diketahui oleh umat Israel perjanjian lama, bahkan perintah mengajarkan pada generasi berikutnya tertulis dalam kitab taurat, tetapi mereka tidak tekun dan bersungguh – sungguh mengajarkannya.

Para pembaca terkasih, penting bagi kita mulai mencatat kisah kuasa Tuhan yang hidup yang generasi kita alami, dan mengingatnya untuk dapat diajarkan kepada generasi penerus, dan tentu saja mengajarkannya dengan tekun.

Ada banyak cara melakukan hal ini , beberapa diantaranya adalah ; membuat buku harian yang mencatat pengalaman kesaksian dapat dilakukan ayah dan ibu dan di ajarkan pada anak anak.

Bagi gembala, hamba Tuhan yang mempunyai banyak sekali pengalaman supranatural penting untuk rajin membukukan mencatatnya agar generasi berikutnya mengetahui kuasa Tuhan sungguh terjadi.

terlebih dari semu itu, yang paling utama adalah generasi pendahulu ini harus mengalami pengalaman supranatural terlebih dahulu, agar tidak agamawi dan hanya mengajarkan teori kosong tentang Tuhan yang hidup.

Leave Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *